Misteri Dua Warna Mata: Mengapa Heterochromia Terjadi?

SHARE THIS POST

Pernah ketemu orang yang punya warna mata berbeda? Misalnya, satu mata coklat tua, satu lagi biru kehijauan. Rasanya seperti menatap karakter dari film fiksi ilmiah—tapi itu nyata. Nama kondisinya? Heterochromia.

Heterochromia adalah kondisi langka yang menyebabkan warna mata berbeda pada satu individu. Bisa satu mata biru dan satu hijau. Atau bahkan dalam satu iris, terdapat dua warna berbeda yang saling beradu mencuri perhatian.

Copilot 20250610 104550
Ilustrasi.
AI/Indodailypost

Fenomena ini nggak cuma bikin penasaran, tapi juga menyimpan kisah ilmiah di balik tampilannya yang memesona. Banyak orang mengira itu cuma keunikan estetik, padahal warna mata bisa jadi petunjuk penting dari hal-hal yang terjadi di balik layar: mutasi genetik, distribusi melanin, bahkan tanda gangguan medis tertentu.

Oke, yuk kita bongkar satu-satu kenapa dua warna mata bisa muncul dalam satu wajah!


Jenis-Jenis Heterochromia

Sebelum ngomongin kenapa bisa terjadi, kita harus kenalan dulu sama tipe-tipe heterochromia. Nggak semua orang dengan warna mata berbeda punya jenis yang sama. Berikut tiga jenis heterochromia yang perlu kamu tahu:

1. Heterochromia Komplit

Ini yang paling gampang dikenali. Seseorang dengan heterochromia komplit punya dua mata dengan warna yang sepenuhnya berbeda. Misalnya, mata kiri berwarna coklat tua, sedangkan mata kanan berwarna biru cerah.

Jenis ini kadang terjadi sejak lahir dan biasanya nggak menimbulkan gejala lain.

2. Heterochromia Iridis

Beda lagi dengan yang satu ini. Dalam satu iris (bagian berwarna dari mata), ada dua warna berbeda yang terbagi jelas. Contohnya, iris mata kanan berwarna hijau dengan semburat emas di bagian bawah.

Baca Juga:  Matahari Bukan Kuning! Fakta Ilmiah di Balik Warna Sejati Sang Surya

Mirip efek cat air, dan biasanya ini yang paling bikin orang melirik dua kali karena tampak seperti karya seni alami.

3. Heterochromia Sektoral

Yang ini cukup unik juga. Sebagian kecil dari iris memiliki warna yang kontras dengan bagian lainnya. Misalnya, iris yang didominasi warna abu-abu memiliki sepetak biru langit.

Jenis sektoral ini sering banget muncul tanpa disadari, terutama kalau warnanya nggak terlalu kontras. Tapi tetap, efeknya menarik dan bisa bikin mata jadi pusat perhatian.


Penyebab Heterochromia

Nah, bagian ini seru banget. Dari mana asal-usulnya? Kenapa bisa muncul dua warna dalam satu pasang mata?

Copilot 20250610 105524
Ilustrasi.
Ai/indodailypost

1. Faktor Genetik

Dalam banyak kasus, heterochromia disebabkan oleh mutasi genetik. Gen menentukan seberapa banyak pigmen melanin yang terbentuk di iris.

Kalau mutasi terjadi pada gen yang mengatur distribusi melanin, maka hasilnya bisa jadi mata dengan warna yang berbeda. Ini disebut heterochromia kongenital, alias muncul sejak lahir.

Dan ini bukan cuma warisan orang tua—kadang mutasinya bisa muncul spontan. Faktor herediter tetap memainkan peran, meskipun tidak selalu dominan.

2. Cedera atau Penyakit

Tapi nggak semua heterochromia bersifat genetik.

Kadang, trauma pada mata akibat benturan keras atau operasi bisa merusak produksi melanin di iris. Akibatnya, salah satu mata bisa berubah warna. Bahkan, penyakit seperti sindrom Horner atau glaukoma juga bisa menyebabkan perubahan warna iris secara bertahap.

Ada juga kondisi bernama iritis kronis, peradangan pada iris yang bisa mengubah warna mata seiring waktu.

Sebagian kasus heterochromia terjadi secara genetis, sementara yang lain akibat cedera. Itu sebabnya penting untuk cek ke dokter kalau warna mata tiba-tiba berubah, apalagi jika disertai gejala lain.

Baca Juga:  Tumbuhan Bisa Berbicara? Fakta Menakjubkan dari Dunia Flora

3. Distribusi Melanin

Melanin itu seperti tinta warna bagi mata. Pigmen ini menentukan apakah mata kita coklat, hijau, biru, atau campuran semua itu.

Semakin banyak melanin, maka warnanya akan lebih gelap. Kurang melanin, mata akan tampak lebih terang. Heterochromia terjadi saat distribusi pigmen melanin tidak merata antara kedua mata, atau bahkan dalam satu iris. Perubahan pigmen melanin dalam iris bisa memicu warna mata yang unik.

4. Heterochromia pada Hewan

Kalau kamu pernah lihat kucing putih dengan satu mata biru dan satu mata emas, itulah contoh nyata dari heterochromia.

Fenomena ini juga sering ditemukan pada anjing Siberian Husky dan beberapa ras kuda. Bahkan, di dunia hewan, heterochromia sering dianggap normal dan bukan pertanda penyakit.

Fenomena ini tidak hanya terjadi pada manusia, tetapi juga pada hewan seperti kucing dan anjing.


Apakah Heterochromia Berdampak pada Kesehatan?

Sebagian besar orang yang memiliki heterochromia—terutama sejak lahir—tidak mengalami gangguan kesehatan apa pun. Mereka tetap bisa melihat dengan normal dan menjalani hidup seperti biasa.

Namun, ada kalanya heterochromia bisa menjadi sinyal adanya kondisi medis yang tersembunyi.

Beberapa penyakit yang berhubungan dengan heterochromia antara lain:

  • Sindrom Horner
  • Neuroblastoma
  • Glaukoma
  • Waardenburg syndrome

Jadi kalau kamu mengalami perubahan warna iris secara tiba-tiba, terutama setelah cedera atau gejala lain muncul, jangan anggap remeh. Konsultasikan ke dokter mata untuk pemeriksaan lebih lanjut.


Fakta Menarik dan Tokoh Terkenal dengan Heterochromia

Heterochromia juga muncul di dunia selebriti. Bahkan, beberapa di antaranya menjadikan kondisi ini sebagai identitas visual yang kuat.

Copilot 20250610 105315
Ilustrasi.
AI/Indodailypost

Tokoh Dunia dengan Heterochromia:

  • David Bowie: Meski sebenarnya bukan heterochromia murni (pupil permanen membesar karena cedera), banyak yang mengira dia memilikinya karena perbedaan warna yang jelas.
  • Kate Bosworth: Satu mata biru, satu lagi campuran biru dan coklat.
  • Mila Kunis: Pernah mengalami iritis kronis yang menyebabkan heterochromia sektoral.
  • Henry Cavill: Pemeran Superman ini memiliki bercak warna berbeda di irisnya.
Baca Juga:  LignoSat Satelit Kayu Pertama di Dunia Mengorbit Bumi

Beberapa tokoh dunia memiliki heterochromia sebagai ciri khas mereka.

Dan tidak hanya selebriti—banyak orang biasa yang menjadikan mata unik mereka sebagai alasan untuk bangga. Ada yang bilang, “Mata saya itu icebreaker alami,” karena orang langsung penasaran dan mulai bertanya.


Heterochromia adalah fenomena biologis yang langka dan menakjubkan. Entah itu muncul karena genetik, perubahan melanin, atau akibat cedera, setiap mata yang berbeda warna menyimpan kisah yang unik.

Lebih dari sekadar tampilan visual, fenomena ini memperlihatkan betapa kompleks dan indahnya tubuh manusia.

Dengan memahami bagaimana warna mata terbentuk, kita jadi bisa lebih menghargai peran gen, pigmentasi, dan bahkan kondisi kesehatan yang tersembunyi.

Jadi, kalau kamu atau seseorang yang kamu kenal punya dua warna mata, jangan anggap itu aneh. Itu bukan kekurangan—itu keunikan.

Dan siapa tahu, dua warna itu bisa menjadi dua cerita yang menjadikanmu makin menarik di mata dunia.