Daftar isi
Bayangkan kamu baru bangun pagi, melangkah keluar dari tempat tidur, dan tiba-tiba dunia seakan berputar kencang. Bukan karena kamu kurang tidur, dan bukan juga karena kamu terlalu banyak pikiran. Kemungkinan besar, itu adalah vertigo.
Vertigo bukan sekadar “pusing biasa”. Sensasi ini bisa menyerang kapan saja dan membuat aktivitas paling sederhana pun jadi menantang.
Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu vertigo, mengapa bisa terjadi, gejalanya seperti apa, serta cara mengatasinya. Semuanya ditulis dengan bahasa yang membumi, seperti ngobrol sama teman yang pernah mengalami hal yang sama. Karena percayalah—vertigo bisa membuatmu panik kalau nggak tahu harus gimana.
Apa Itu Vertigo?

AI/Indodailypost
Secara medis, vertigo adalah sensasi palsu bahwa kamu atau lingkungan sekitarmu sedang bergerak atau berputar, padahal kenyataannya tidak.
Kata kuncinya di sini: ilusi gerakan.
Vertigo adalah gejala, bukan penyakit. Ini penting. Artinya, vertigo biasanya merupakan pertanda ada yang tidak beres, terutama dengan sistem keseimbangan tubuh kita—tepatnya di sistem vestibular.
Sering kali orang menyamakan vertigo dengan pusing biasa. Tapi bedanya jelas:
- Pusing biasa lebih terasa seperti ringan kepala atau ingin pingsan.
- Vertigo terasa seperti naik komidi putar tanpa bisa berhenti. Dunia terasa berputar tiada henti.
Dan kalau kamu bertanya-tanya, iya, vertigo bisa membuatmu mual, muntah, dan merasa kehilangan kontrol.
Jenis-Jenis Vertigo si Pusing Berputar
Kita bisa membagi vertigo menjadi dua jenis utama berdasarkan penyebabnya:
1. Vertigo Perifer
Ini jenis pusing berputar yang paling sering terjadi. Penyebab utamanya berasal dari gangguan di telinga bagian dalam, terutama sistem vestibular. Contoh paling umum adalah:
- BPPV (Benign Paroxysmal Positional Vertigo): terjadi karena partikel kalsium kecil di telinga dalam berpindah tempat dan mengganggu sensor keseimbangan.
- Penyakit Meniere: gangguan cairan di telinga dalam yang bisa menyebabkan vertigo berkepanjangan.
- Vestibular neuritis atau labirinitis: infeksi pada saraf keseimbangan.
2. Vertigo Sentral
Jenis ini lebih serius karena berasal dari masalah di otak, terutama otak kecil (serebelum) atau batang otak. Bisa disebabkan oleh:
- Stroke
- Tumor otak
- Multiple sclerosis
- Migrain vestibular
Vertigo sentral biasanya disertai dengan gejala neurologis lain seperti penglihatan ganda, sulit bicara, atau kelemahan anggota tubuh.
Gejala yang Dirasakan Penderita Pusing Berputar

AI/indodailypost
Kalau kamu pernah mengalami vertigo, kamu mungkin akan mengangguk saat baca daftar ini:
- Sensasi berputar, baik tubuh atau lingkungan sekitar
- Mual, bahkan sampai muntah
- Nistagmus (gerakan mata cepat tak terkendali)
- Gangguan keseimbangan
- Sulit berdiri atau berjalan lurus
- Keringat dingin
- Telinga terasa penuh atau berdenging (tinnitus)
Dan yang bikin frustrasi, gejala ini bisa muncul mendadak, bahkan saat kamu lagi duduk santai atau tidur nyenyak.
Penyebab Utama Vertigo
Kita masuk ke bagian penting: penyebab vertigo.
Mayoritas kasus vertigo berhubungan dengan sistem vestibular, yaitu bagian dalam telinga yang bertugas menjaga keseimbangan tubuh.
Sistem vestibular punya tiga saluran setengah lingkaran yang berisi cairan. Saat kamu bergerak, cairan ini ikut bergeser dan memberi sinyal ke otak soal posisi tubuh. Tapi kalau salurannya terganggu—misalnya karena infeksi, inflamasi, atau ada kristal kecil (otolith) yang nyasar—tubuh bisa salah mengartikan gerakan. Hasilnya: vertigo.
Penyebab lainnya:
- Cedera kepala
- Migrain
- Penyakit Meniere
- Tumor otak
- Gangguan aliran darah ke otak
Dan tentu saja, penuaan bisa jadi faktor pemicu, karena sensitivitas sistem vestibular bisa menurun seiring usia.
Pertolongan Pertama Saat Vertigo Menyerang
Ada bebreapa langkah yang bisa dilakukan saat Vertigo menyerang.
Ini dia langkah-langkah praktisnya:
- Tetap tenang – Panik bisa memperparah gejala.
- Duduk atau berbaring – Jangan berdiri atau jalan kalau tidak yakin bisa menjaga keseimbangan.
- Fokuskan pandangan pada satu titik – Ini membantu otak “menstabilkan” input sensorik.
- Hindari cahaya terang atau suara keras
- Minum air putih – Terkadang vertigo berkaitan dengan dehidrasi.
Kalau kamu melihat seseorang mengalami vertigo:
- Bantu ia duduk atau berbaring
- Jaga kepala tetap stabil
- Jangan biarkan dia berdiri sendiri
- Bila perlu, bawa ke fasilitas kesehatan terdekat
Pilihan Pengobatan dan Terapi
Vertigo bisa diobati, kok. Tapi pendekatannya harus disesuaikan dengan penyebabnya.
Obat-obatan yang umum digunakan:
- Antihistamin (seperti meclizine)
- Benzodiazepin untuk kasus parah
- Antiemetik untuk mengatasi mual
- Steroid jika penyebabnya infeksi saraf

Ai/Indodailypost
Latihan Fisik dan Manuver Khusus:
- Manuver Epley: sangat efektif untuk vertigo BPPV. Cukup dilakukan di rumah setelah belajar dari dokter atau fisioterapis.
- Brandt-Daroff exercise
- Vestibular rehabilitation therapy (VRT)
Terapi Gaya Hidup dan Alternatif:
- Menghindari kafein, alkohol, dan rokok
- Olahraga ringan dan rutin
- Terapi akupunktur dan yoga (meski efeknya belum terbukti klinis kuat)
Kuncinya adalah konsisten. Jangan cuma minum obat saat gejala muncul, tapi juga bangun rutinitas untuk menjaga stabilitas sistem vestibular kamu.
Perbedaan Vertigo dan Gangguan Keseimbangan Lain
Mari kita lihat perbandingan gejala berikut:
| Kondisi | Gejala Utama | Penyebab |
|---|---|---|
| Vertigo | Sensasi berputar | Masalah sistem vestibular |
| Pusing Biasa | Ringan kepala, mau pingsan | Tekanan darah rendah, stres |
| Ataksia | Kehilangan koordinasi otot | Masalah saraf pusat |
| Presyncope | Rasa hampir pingsan | Dehidrasi, aritmia jantung |
Dengan tahu perbedaannya, kamu bisa lebih cepat menentukan tindakan. Jangan self-diagnosis terus, tapi juga jangan panik berlebihan.
Vertigo bisa terasa menakutkan, tapi itu bukan akhir dari segalanya.
Seperti kata pepatah: “Tubuh selalu berbicara, kita hanya perlu belajar mendengarnya.”
Kenali gejalanya. Pahami penyebabnya. Pelajari cara menghadapinya. Karena semakin cepat kamu bertindak, semakin kecil risiko vertigo mengganggu hidupmu.
Kalau kamu sering mengalami sensasi dunia berputar, jangan tunda.
Segera konsultasikan dengan dokter spesialis THT atau neurologi.
Dan kalau kamu punya orang terdekat yang mengalami ini, bantu mereka memahami bahwa vertigo bukan vonis, tapi sinyal dari tubuh untuk mulai lebih peduli.

