Daftar isi
Mitos Haid yang Masih Kita Percaya
“Kamu lagi dapet? Jangan keramas ya, nanti sakit kepala!”
Yup, saya juga pernah dibilangin begitu. Waktu SMP dulu, setiap kali datang bulan, saya langsung dilarang mandi malam atau keramas. Katanya, nanti darahnya “naik ke kepala”—whatever that means.

AI/Indodailypost
Tapi bertahun-tahun kemudian, ketika saya mulai peduli pada kesehatan perempuan dan rajin baca jurnal, saya sadar: banyak yang kita anggap ‘aturan turun-temurun’, ternyata… cuma mitos! Dan yang lebih penting: beberapa mitos ini bisa bikin kita malah nggak nyaman dan nggak sehat saat menstruasi.
Hari ini, yuk kita kupas tuntas satu-satu: mana mitos, mana fakta—supaya tubuh kita bisa dirawat dengan pengetahuan, bukan ketakutan.
1: Tidak Boleh Keramas Saat Menstruasi
❌ Mitos:
Keramas saat haid bisa bikin sakit kepala, darah naik ke otak, atau aliran darah menstruasi terhambat.
✅ Fakta:
Sirkulasi darah manusia itu bukan kayak saluran pipa yang bisa “balik arah” gara-gara air dingin. Nggak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim ini. Justru mandi air hangat atau keramas bisa meredakan kram, nyeri otot, dan stres saat haid.
Keramas saat haid juga membantu menjaga kebersihan kulit kepala, yang cenderung lebih lembap karena perubahan hormon. Dan jangan lupakan efek psikologisnya: merasa segar dan bersih bisa membantu mood kamu yang biasanya naik-turun saat datang bulan.
Tips: Coba mandi sore dengan air hangat plus aromaterapi—lavender, sereh, atau kayu manis. Efeknya bisa bikin kamu lebih relaks.
2: Nggak Boleh Minum Es Saat Haid

AI/Indodailypost
❌ Mitos:
Minuman dingin bikin darah haid menggumpal, tersumbat, atau berhenti tiba-tiba.
✅ Fakta:
Secara medis, tidak ada bukti bahwa es atau minuman dingin memengaruhi aliran menstruasi. Aliran darah diatur oleh hormon dan kerja uterus, bukan suhu minuman yang kita konsumsi.
Namun, kita juga tidak mengabaikan pentingnya mendengarkan tubuh sendiri. Kalau kamu merasa minuman dingin bikin perut nggak nyaman saat haid, ya hindari. Tapi itu soal kenyamanan pribadi, bukan karena “darahnya beku”.
Tips: Tetap hidrasi. Air putih, air kelapa, atau teh herbal bisa bantu redakan perut kembung dan dehidrasi ringan saat haid.
3: Dilarang Berolahraga Saat Menstruasi
❌ Mitos:
Olahraga saat haid bikin tubuh makin lelah, bisa memperparah nyeri, dan bahaya untuk organ reproduksi.
✅ Fakta:
Justru sebaliknya. Aktivitas fisik ringan seperti jalan santai, yoga, atau stretching bisa melepaskan endorfin—hormon bahagia yang membantu meredakan nyeri haid.
Sebuah studi dari Journal of Education and Health Promotion (2019) bahkan menunjukkan bahwa latihan aerobik dapat menurunkan intensitas nyeri menstruasi secara signifikan. Jadi, alasan “malas gerak” mungkin lebih ke faktor mood, bukan medis.
Tips: Hindari olahraga berat seperti HIIT di hari pertama haid. Tapi stretching, peregangan pinggang, atau jalan sore bisa sangat membantu.
4. Warisan yang Masih Bertahan
“Nggak Boleh Menyentuh Sambal”
❌ Mitos: Sambal bisa bikin darah haid ‘panas’ dan memperparah nyeri.
✅ Fakta: Tidak ada bukti bahwa cabai memengaruhi aliran darah haid secara langsung. Tapi, kalau kamu punya sakit maag atau GERD, memang sebaiknya hati-hati.
“Darah Haid Itu Kotor/Najis”
❌ Mitos: Darah haid itu kotor, najis, dan harus dijauhkan dari hal-hal ‘suci’.
✅ Fakta: Darah haid adalah jaringan endometrium dan darah, bukan limbah tubuh. Menstigmatisasi haid sebagai ‘kotor’ justru membuat banyak perempuan malu membicarakan kesehatan reproduksinya.
“Nggak Boleh Pelihara Tanaman”
❌ Mitos: Tanaman bisa layu kalau disentuh perempuan haid.
✅ Fakta: Tanaman layu karena overwatering atau kurang cahaya, bukan karena energi menstruasi.
Banyak mitos haid berakar dari kepercayaan budaya. Penting untuk menghormati asal-usulnya, tapi bukan berarti harus meneruskannya tanpa berpikir kritis.
Saatnya Bergerak dari Mitos ke Kesadaran

Ai/Indodailypost
Tubuh perempuan bukan sesuatu yang perlu ditakuti atau disembunyikan.
Dan menstruasi? Bukan kutukan, bukan kelemahan, bukan “hari kotor.” Itu bagian dari siklus alamiah tubuh yang indah dan kompleks.
Dengan membongkar mitos haid berdasarkan sains dan empati, kita memberi ruang pada generasi perempuan untuk hidup lebih nyaman, lebih tahu, dan lebih percaya diri.
🤝 Ayo diskusi: Mitos apa yang pernah kamu dengar soal haid dan bikin kamu heran? Share di komentar!
Mitos vs Fakta Haid
| Mitos | Fakta |
|---|---|
| Keramas saat haid berbahaya | Justru membantu relaksasi dan kebersihan tubuh |
| Minum es menyumbat darah | Tidak terbukti secara ilmiah, tapi dengarkan tubuhmu |
| Dilarang olahraga | Aktivitas ringan bantu redakan nyeri dan tingkatkan mood |
| Menyentuh sambal bahaya | Tidak terbukti, kecuali kamu punya kondisi pencernaan sensitif |
| Darah haid kotor | Itu darah dan jaringan alami, bukan limbah atau najis |
| Tak boleh pelihara tanaman | Tanaman layu bukan karena haid, tapi karena perawatan yang salah |
Kita butuh lebih dari sekadar pembalut atau menstruation tracker. Kita butuh kesadaran kolektif yang membebaskan perempuan dari mitos yang mengakar terlalu dalam.
Dan itu bisa dimulai dari hal kecil: dari memilih tetap mandi, minum es, olahraga ringan… saat haid. Dari belajar, bertanya, dan membagikan ilmu.
Menstruasi bukan sesuatu yang harus disembunyikan. Tapi dibicarakan. Disadari. Dan dihargai.
Karena kesehatan perempuan, bukan cuma urusan perempuan. Tapi urusan semua orang.

