Apakah kamu sering merasa mengantuk setelah sarapan, terutama jika menu utamanya adalah nasi? Fenomena ini cukup umum terjadi, tetapi banyak orang tidak menyadari alasan di baliknya. Artikel ini akan membahas hubungan antara konsumsi nasi di pagi hari dan rasa kantuk yang sering menyertainya.
Daftar isi
Penyebab Mengantuk Setelah Makan Nasi

Foto: Anthony Leong – Pexels
Rasa kantuk kerap muncul bagi sebagian orang selepas sarapan pagi dengan mengkonsumsi nasi, sehingga banyak orang yang kini lebih memilih menghindari nasi di pagi hari. Apa sih sebabnya?
1. Indeks Glikemik Tinggi dan Pengaruhnya Terhadap Gula Darah
Nasi putih memiliki indeks glikemik yang tinggi, yang berarti dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat. Saat kadar gula darah naik, tubuh akan melepaskan insulin dalam jumlah besar untuk menyeimbangkannya. Insulin ini juga merangsang produksi triptofan di otak, yang kemudian diubah menjadi serotonin dan melatonin—dua hormon yang berperan dalam mengatur rasa kantuk.
2. Produksi Serotonin Akibat Konsumsi Karbohidrat
Karbohidrat dalam nasi merangsang produksi serotonin, hormon yang memberikan efek menenangkan dan sering dikaitkan dengan rasa nyaman dan relaksasi. Peningkatan serotonin ini membuat tubuh merasa lebih rileks, bahkan bisa menyebabkan kantuk, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar saat pagi hari.
3. Pengaruh Porsi Makan dan Kombinasi Makanan
Porsi makan yang besar dan kombinasi makanan yang kurang seimbang dapat memperlambat pencernaan. Saat tubuh bekerja keras untuk mencerna makanan berat, aliran darah lebih banyak dialihkan ke sistem pencernaan daripada ke otak, yang akhirnya menyebabkan rasa lelah dan mengantuk. Kombinasi nasi dengan lauk berlemak tinggi juga memperparah kondisi ini, karena tubuh memerlukan lebih banyak energi untuk mencernanya.
Dampak Mengantuk Terhadap Aktivitas Harian

Foto: Manuel Mouzo – Pexels
Mengantuk setelah sarapan dapat mengganggu produktivitas dan konsentrasi, terutama bagi mereka yang harus bekerja atau belajar di pagi hari. Rasa kantuk ini bisa mengurangi fokus, memperlambat reaksi, dan menurunkan performa kerja. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa memengaruhi pola tidur dan keseimbangan energi sepanjang hari.
Tips Mengurangi Rasa Ngantuk Setelah Makan Nasi di Pagi Hari
Sebagai orang Indonesia, tentu tidak asing dengan aneka hidangan sarapan pagi dengan tema nasi : nasi uduk, nasi goreng, bubur ayam yang bahan bakunya adalah nasi atau beras, nasi kuning dan banyak lagi olahan kreasi dengan nasi. Rasanya yang kaya rempah dan nikmat tentu jarang yang bisa menolak makanan kuliner pagi. Bagaimana cara mengatasinya supaya tetap bisa menikmati makanan lezat tersebut namun terhindarkan dari rasa kantuk yang muncul setelahnya sehingga tidak mengganggu performa kerja dan aktivitas sehari – hari? Ini tipsnya!

Foto: Adhitya Rizky – Pexels
- Atur Porsi Makan – Hindari konsumsi nasi dalam jumlah berlebihan saat sarapan. Porsi kecil yang seimbang lebih baik untuk menjaga kadar energi tetap stabil.
- Kombinasikan dengan Protein dan Serat – Tambahkan lauk berprotein tinggi seperti telur, tahu, atau tempe, serta sayuran yang kaya serat untuk memperlambat lonjakan gula darah.
- Pilih Karbohidrat Kompleks – Alternatif seperti nasi merah atau oatmeal memiliki indeks glikemik lebih rendah, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis.
- Jaga Pola Tidur – Kantuk di pagi hari tidak hanya dipengaruhi oleh makanan, tetapi juga kualitas tidur. Pastikan kamu mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas setiap malam.
- Tetap Aktif Setelah Sarapan – Berjalan kaki atau melakukan peregangan ringan setelah makan dapat membantu tubuh mencerna makanan lebih baik dan mengurangi rasa kantuk.
Rasa kantuk setelah sarapan nasi bukanlah hal yang aneh, tetapi bisa dijelaskan secara ilmiah. Indeks glikemik tinggi, produksi serotonin, serta kombinasi makanan yang kurang tepat dapat memicu kondisi ini. Dengan mengatur porsi makan, memilih kombinasi makanan yang seimbang, dan menjaga pola tidur yang baik, kamu bisa mengurangi efek kantuk dan tetap produktif sepanjang hari. Ingat, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik untuk jangka panjang. Yuk, mulai perhatikan pola makan dan kebiasaan harian agar energi tetap terjaga!

