Dari sebuah kolam yang jauh dari kota, mereka menggeliat dalam keterbatasan. Para calon perenang muda terus berlatih mengokohkan tubuh menyatu dengan air, melesat seperti hiu.
Kisah inspiratif dari kota kecil, Headhammer Swimming Club (HSC) adalah salah satu club renang yang menaungi calon perenang muda di lampung tengah. Klub ini menjadi tempat dimana mimpi anak – anak muda dari desa berubah menjadi kenyataan. HSC terus berupaya untuk mengembangkan bakat perenang muda dari desa – ke desa. Berbagai tantangan dihadapi dalam menjaring calon perenang di daerah. Dengan visi membangun atltet renang berkualitas dari daerah yang minim fasilitas, HSC menjadi simbol dedikasi, kerja keras dan harapan.
Daftar isi

Mencari, Mengali Potensi
Pandemi covid – 19 yang melumpuhkan hampir seluruh aspek kehidupan nyatanya memberikan pandangan baru sepasang suami istri. Sebuah ide sederhana berubah menjadi aksi nyata.
Prihatin akan aktivitas anak – anak yang terhambat karena adanya pandemik dan minimnya fasilitas olahraga di daerahnya, Erna dan Aris berinisiatif untuk membuka arena bermain dengan menghidupkan kembali kolam renang yang sudah terbengkalai di Kecamatan Punggur, Lampung Tengah.
Lahan kolam renang ini mereka sewa dengan biaya 150 juta per 5 tahun. Kolam ini adalah satu – satunya kolam renang yang ada di daerah tersebut yang sempat ditutup karena pengelolaan yang buruk. Untuk mengasah bakat atau sekedar berolahraga renang, anak – anak harus ke kota Metro yang memiliki fasilitas kolam renang. Karena pandemi, aktivitas mereka pun sempat terhambat.
“ Saat PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), kita prihatin melihat aktivitas anak – anak yang dibatasi. Selain itu kita juga mau memasyarakatkan olahraga renang terutama di punggur”, ungkap Erna.
Melihat antusiasme anak – anak, mereka bertekad membentuk komunitas yang diharapkan dapat mengubah nasib anak-anak berbakat. 1 Oktober 2021 HeadHammper Swmming Club di buka. Tak hanya menyediakan fasilitas, HSC juga memberikan pelatihan renang untuk menjaring calon perenang berbakat.
“Karena orang – orang punggur dan sekitarnya itu kalau mau les renang itu di metro. Jadi alangkah jauhnya. Kalau ada di punggur kenapa nggak. Itu tujuan awalnya” Jelas Erna.
Visi club ini sederhana namun mendalam: memasyarakatkan olahraga renang dan mencetak atlet renang berprestasi dari desa yang mampu bersaing di panggung nasional bahkan internasional. Adanya HSC memberikan harapan baru bagi generasi muda di sana.

Foto: Dokumentasi Indodaily Post
Proses Perekrutan Calon Perenang Muda
Tidak mudah memperkenalkan dan mengembangkan hal baru di tengah pandemik. HeadHammer Club memiliki pendekatan unik dalam merekrut perenang muda. Media sosial menjadi pusat informasi dan promosi yang paling mudah dijangkau mengingat masih adanya pemberlakuan PSBB karena Covid – 19. Setelah PSBB dicabut, Aris dan Erna menjelajahi desa-desa di Lampung Tengah untuk mencari anak-anak dengan potensi besar. Kriteria utama bukanlah pengalaman renang, tetapi semangat dan keinginan untuk belajar. Awalnya HSC mengandalkan satu kolam renang yang ada di kecamatan Punggur. Saat ini HSC memiliki tempat latihan lain dengan bekerja sama dengan pengelola kolam renang di kota Metro dan Kotagajah Lampung Tengah. Mereka terus berupaya untuk mengembangkan sayapnya.
Manajemen HSC
Dalam pengelolaan club, HSC memiliki dua kepengurusan. HSC masuk dalam Akuatik Indonesia Lampung Tengah dan Akuatik Metro. Setiap kepengurusan memiliki Anggaran dasar masing – masing, begitupun atlit – atlitnya. HSC berjalan secara mandiri baik untuk biaya operasional dan pengembangan club. “ini murni benar – benar modal sendiri. Untuk kolam renang di Punggur kita sewa 5 tahun dari tahun 2021”, jelas Erna. Saat ini HSC memiliki 7 orang pelatih berpengalaman.
Setelah club berdiri hampir dua tahun, Aris dan Erna memberanikan diri untuk membuka cabang di lokasi yang lain dengan tujuan untuk menjaring para calon perenang muda lebih luas. Cabang pertama yang dibentuk adalah Metro Garden yang berlokasi di Kota Metro Lampung. Untuk mempermudah ruang gerak dan pengembangan club, mereka mengajak kerjasama dengan pihak pengelola kolam renang Metro Garden untuk membuka pelatihan renang dengan menggaris bawahi les dilakukan dengan manajemen HSC itu sendiri sementara untuk tiket kolam renang langsung ke pengelola Metro Garden.

Foto: Dokumentasi Indodaily Post
Belum lama ini, HSC kembali mencoba membuka cabang baru di kolam renang Tersayang Kotagajah – Lampung Tengah. Karena baru beberapa minggu di buka, cabang Kotagajah belum didaftarkan ke dalam kepengurusan Akuatik Indonesia Lampung Timur. Direncanakan, HSC juga akan membuka pelatihan baru. “ Insyaallah kedepannya juga kita akan buka cabang lagi di kolam renang di Bandar jaya, di Yukum jaya,” jelas Erna.
Jalan Kecil Perenang Muda dari Daerah
Tiga tahu berjalan, HSC berhasil mencetak perenang muda berbakat dan beberapa kali memenangkan pertandingan di tingkat lokal. Medali perak, Perunggu, dan emas telah banyak di raih. Diharapkan para atlit HSC mampu menjangkau kejuaraan di tingkal nasional bahkan internasional. HSC berencana untuk memperluas jangkauan pencarian bakat ke daerah-daerah lain di Lampung. Selain itu, mereka juga ingin membangun fasilitas renang yang lebih modern untuk mendukung pelatihan atlet. Yang paling utama adalah memperkenalkan olahraga renang ke masyarakat, mengasah bakat anak – anak dan membentuk generasi muda yang sehat dan berprestasi di bidang olahraga.
HeadHammer Club adalah bukti nyata bahwa mimpi besar dapat dimulai dari desa kecil. Perjalanan mereka yang penuh tantangan, kisah inspiratif, dan pencapaian gemilang menjadi inspirasi bagi kita semua untuk mendukung pengembangan bakat olahraga di sekitar kita. Dukung terbentuknya generasi yang cemerlang!

