Kita semua pernah ada di titik itu — tubuh terasa berat, perut melilit pelan-pelan, mood mendadak jungkir balik, dan yang paling bikin geregetan: orang sekitar bilang, “Ah, lagi datang bulan ya?”
Seringkali, haid terasa seperti tamu bulanan yang datang tanpa undangan, bawa rombongan gejala yang nggak enak, lalu tinggal seminggu penuh drama. Tapi… gimana kalau kita ubah perspektifnya?
Daftar isi
Menstruasi bukan hal yang harus kita “tahan-tahan” atau “sembunyikan”. Dalam banyak budaya Nusantara, haid justru dianggap bagian dari ritme alam, tanda tubuh yang hidup dan bekerja sebagaimana mestinya. Dan ketika kita mulai menyambutnya dengan perawatan yang lebih membumi — dari makanan, gerakan, emosi, hingga aroma — segalanya bisa terasa lebih ringan dan bermakna.
Yuk, kita mulai dari yang paling mendasar.
1. Pola Makan Seimbang Saat Haid
Makanan penambah energi saat haid? Jawabannya bisa jadi ada di dapur rumah nenek.
Kalau tubuhmu terasa lebih cepat lelah saat haid, itu karena memang terjadi penurunan kadar zat besi dalam darah. Kehilangan darah bulanan itu nyata, dan tubuh butuh “bahan bakar” yang tepat buat mengimbangi. Tapi tunggu dulu — kita nggak harus langsung melirik suplemen berbentuk tablet.
Justru makanan tradisional Indonesia banyak yang kaya zat besi alami:
- Bayam — yang direbus sederhana dan disiram sambal terasi, adalah sumber zat besi yang lezat.
- Tempe — penuh magnesium dan protein nabati.
- Ikan kembung — murah meriah tapi kaya omega-3, baik banget buat meredakan inflamasi tubuh dan suasana hati yang naik-turun.
- Wedang jahe — bukan hanya menghangatkan, tapi juga bantu melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi rasa kram.
Menu sehat khas Nusantara untuk perempuan seperti ini bukan hanya soal nutrisi. Ada kehangatan emosional di balik makanan yang dikenali oleh lidah dan jiwa kita.
Mau tambah energi saat haid?
Masak sayur bening bayam + tempe goreng tipis + sambal tomat + nasi hangat. Trust me, itu menu penyelamat.
2. Olahraga Ringan yang Bermanfaat
Gerakan lembut redakan kram haid — dan bisa dilakukan sambil tetap pakai daster batik.
Mungkin kamu akan berpikir saat haid harusnya banyak tidur. “Istirahat aja dulu,” katanya. Tapi ternyata, terlalu pasif justru bisa memperburuk rasa kaku di badan dan memperpanjang durasi haid.
Kuncinya bukan olahraga berat. Tapi aktivitas ringan yang menggerakkan tubuh dengan lembut. Beberapa gerakan ringan yang bisa dilakukan:
- Yoga menstruasi: fokus ke pose-pose yang membuka panggul dan perut bawah (seperti child’s pose atau supine twist).
- Jalan santai di pagi hari: bahkan 15 menit keliling halaman rumah bisa mengubah mood dan mempercepat metabolisme.
- Peregangan ringan sambil duduk: apalagi kalau dilakukan sambil mendengarkan musik gamelan atau nature sound dari aplikasi.
Dan menariknya, aktif sehat ala perempuan Indonesia itu bisa tetap tampil estetik: membayangkan ibu-ibu berolahraga di halaman rumah pakai kebaya kasual atau kain batik longgar. Nggak perlu legging ketat, cukup gerakan dan niat baik untuk merawat tubuh.
Olahraga ringan saat menstruasi juga bantu memperlancar aliran darah dan meredakan kram. Nggak perlu capek-capek nge-gym — cukup gerak perlahan tapi rutin.
3. Mengelola Emosi dengan Bijak
Tips mengelola mood saat haid? Dengar dulu isi kepala sendiri.
Haid itu bukan cuma fisik. Perasaan kita ikut “berdarah” juga. Kadang tersinggung lebih mudah, gampang menangis, atau marah sama hal kecil. Itu wajar. Hormon sedang naik-turun. Tapi kita bisa belajar berdamai dengan badai itu, bukan melawannya.
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi mood saat haid:
- Journaling — nulis curhat 10 menit di pagi hari bisa bantu menyadari apa yang sedang dirasa.
- Ngobrol dengan sahabat — tanpa niat cari solusi, cuma didengar aja udah healing.
- Teknik pernapasan 4-7-8 — tarik napas 4 detik, tahan 7 detik, buang 8 detik. Ulangi 5 kali, dan lihat perbedaannya.
- Meditasi ringan — bahkan hanya dengan menutup mata dan menyentuh detak jantung sendiri, kita bisa merasa lebih tenang.
Kesehatan mental perempuan sering diabaikan dalam konteks haid. Padahal cara empatik menjaga emosi harian bisa berdampak besar pada keseimbangan hormon dan kualitas hidup.
4. Aromaterapi & Relaksasi Alami
Relaksasi alami untuk perempuan adalah seni yang diwariskan.
Kita sering lupa kalau nenek moyang kita udah duluan merawat diri dengan bahan alami. Nggak melulu skincare mahal — kadang cukup wewangian dan air hangat untuk bikin tubuh terasa utuh kembali.
Aromaterapi tradisional Indonesia itu kaya banget.
Coba ini:
- Minyak atsiri cendana: menenangkan pikiran dan memberi sensasi grounding.
- Sereh dan kenanga: anti-stres, bisa diteteskan ke difuser atau air mandi.
- Kompres hangat dengan ramuan jahe dan serai di perut bagian bawah: pereda kram alami.
- Mandi air hangat dengan bunga-bunga lokal: seperti mawar kampung, melati, atau bunga kamboja — efeknya magis.
Wewangian pereda stres saat haid bukan hanya untuk hidung, tapi juga untuk hati.
Ketika suasana rumah diatur remang, dengan aroma alami dan musik lembut… itu seperti bilang ke tubuh, “Tenang, kamu disayangi.”
Bahkan jika kamu tinggal di kosan sempit — cukup semprotkan air sereh atau letakkan garam aromaterapi di pojok ruangan.
Hasilnya tetap terasa.
Rayakan, Bukan Takutkan
Menstruasi bukan beban. Dia adalah isyarat tubuh yang sehat. Tapi terlalu lama kita dibentuk untuk malu, menghindar, bahkan menyangkal keberadaan “masa-masa merah” ini. Saatnya berubah.
Tips sehat saat haid bukan sekadar untuk “bertahan” tapi untuk merasakan. Untuk kembali terhubung dengan tubuh, dengan akar budaya, dan dengan kebaikan diri sendiri.
Menyambut haid dengan makanan khas, gerakan lembut, journaling hangat, dan aromaterapi tradisional adalah bentuk cinta — bukan hanya untuk tubuh, tapi juga untuk sejarah perempuan Indonesia.
Yuk, bagikan tips sehat ini ke sahabatmu. Karena semua perempuan berhak merasa nyaman — bahkan saat haid.

