Mengalami Kekerasan dalam sebuah hubungan? 3 Hal ini Harus Dilakukan!

SHARE THIS POST

Hubungan seharusnya menjadi tempat yang aman dan penuh kasih, di mana dua individu saling mendukung dan memahami satu sama lain. Namun, sayangnya, tidak semua hubungan berjalan seperti ini. Kekerasan dalam rumah tangga—baik fisik, verbal, maupun emosional—adalah masalah yang sangat serius yang bisa memengaruhi kesehatan mental dan fisik seseorang. Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal sedang berada dalam situasi seperti ini atau bahkan mengalami kekerasan, penting untuk segera mencari cara untuk keluar dari hubungan yang berbahaya dan mendapatkan dukungan yang tepat.


Definisi Kekerasan dalam Hubungan dan Rumah Tangga

gambar hati yang terpisah dengan nuansa dan warna yang berbeda
Ilustrasi.
Gambar: AI/Indodailypost.com

Mengalami kekerasan dalam hubungan rumah tangga tidak hanya berarti kekerasan fisik seperti pemukulan atau penamparan, tetapi juga bisa melibatkan kekerasan verbal dan emosional. Kekerasan verbal sering kali dimulai dengan kata-kata kasar, penghinaan, atau makian yang merendahkan pasangan. Sementara itu, kekerasan emosional dan psikologis lebih halus, tetapi bisa sama merusaknya, seperti manipulasi, gaslighting, atau pengontrolan berlebihan.

Penting untuk menyadari bahwa kekerasan dalam rumah tangga tidak selalu terlihat dari luar. Terkadang, korban merasa terjebak dan tidak tahu harus melakukan apa. Oleh karena itu, mengidentifikasi tanda-tanda awal kekerasan adalah langkah pertama untuk melindungi diri.


Pentingnya Menyadari Tanda-Tanda Kekerasan

Mungkin kamu pernah mendengar kalimat, “Kekerasan bukan hanya fisik, tetapi juga bisa berbentuk verbal dan emosional.” Ini benar sekali. Kekerasan verbal bisa datang dalam berbagai bentuk, mulai dari kata-kata kasar, hinaan, hingga cemoohan yang merendahkan. Mungkin saja pada awalnya kamu merasa itu hanya lelucon atau ungkapan emosi sesaat, tetapi lama kelamaan, kata-kata tersebut dapat menghancurkan kepercayaan diri dan mental.

Kekerasan emosional bisa lebih sulit dikenali, namun sangat merusak. Gaslighting, misalnya, adalah bentuk manipulasi yang membuat korban meragukan kenyataan atau persepsi mereka sendiri. Ini bisa membuat korban merasa tidak berdaya, bingung, dan bahkan tidak tahu apa yang benar. Sering kali, kekerasan emosional ini datang bersamaan dengan kontrol yang berlebihan, misalnya, pasangan yang mencoba mengendalikan siapa yang boleh kamu temui, apa yang kamu lakukan, bahkan apa yang kamu pikirkan.

Baca Juga:  Kenapa Seseorang Bisa Terkena NPD dan 10 Tips Bagaimana Menghadapi Penderita NPD?

Mengalami Kekerasan? Ini Dampaknya!

Tidak hanya merusak tubuh secara fisik, mengalami kekerasan fisik juga bisa menyebabkan trauma emosional yang berkepanjangan. Pemukulan atau ancaman dengan benda berbahaya dapat meninggalkan bekas yang jelas di tubuh, tetapi lebih dari itu, mereka bisa menyebabkan rasa takut, cemas, dan trauma psikologis yang mengganggu kehidupan sehari-hari korban. Mengalami kekerasan dapat berdampak panjang terhadap kehidupan korban.

Mengalami kekerasan verbal dan emosional, meskipun mungkin tidak meninggalkan luka fisik, memiliki dampak yang sangat serius terhadap kesehatan mental korban. Korban sering kali merasa terisolasi, merasa tidak berharga, atau bahkan merasa tidak ada jalan keluar. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda kekerasan ini dan tahu apa yang harus dilakukan.


Jenis-Jenis Kekerasan dalam Hubungan

Kekerasan Fisik

Kekerasan fisik melibatkan tindakan pemukulan, penamparan, atau ancaman dengan benda berbahaya. Ini adalah bentuk kekerasan yang paling jelas dan sering kali dapat dikenali. Namun, banyak korban merasa takut untuk melapor atau melarikan diri karena ancaman lebih lanjut atau perasaan terjebak dalam hubungan tersebut.

Kekerasan Verbal

Kekerasan verbal bisa berupa penghinaan, makian, atau merendahkan pasangan. Meskipun tampaknya “hanya kata-kata,” dampak psikologis dari kekerasan verbal bisa sangat dalam. Berulang kali mendengar penghinaan atau disebut dengan kata-kata kasar dapat merusak kepercayaan diri dan kesejahteraan mental seseorang.

Kekerasan Emosional dan Psikologis

Ini adalah jenis kekerasan yang sering kali tidak terlihat secara langsung, namun dampaknya sangat merusak. Manipulasi, gaslighting, dan pengendalian berlebihan adalah beberapa bentuk kekerasan psikologis yang umum. Pasangan mungkin mencoba mengontrol setiap aspek kehidupan kamu, mulai dari siapa yang boleh kamu temui hingga apa yang kamu pikirkan atau rasakan.

Baca Juga:  Pesan di Balik Anime Naruto: Mengungkap Makna Inspiratif Dari Anime Legendaris

Kekerasan Finansial

Kekerasan finansial melibatkan kontrol terhadap uang, dengan tujuan untuk mendominasi pasangan. Ini bisa termasuk melarang pasangan untuk bekerja, mengontrol pengeluaran, atau memanfaatkan ekonomi untuk menahan pasangan tetap bergantung padanya.

Kekerasan Seksual

Kekerasan seksual dalam hubungan melibatkan pemaksaan hubungan seksual tanpa persetujuan. Ini adalah bentuk kekerasan yang sangat serius, dan korban sering kali merasa terjebak, malu, atau takut untuk melaporkannya.


Tanda-Tanda Hubungan yang Tidak Sehat

Hubungan yang sehat harusnya membuat kamu merasa aman, dihargai, dan dicintai. Namun, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa hubungan tersebut sudah tidak sehat lagi.

Pasangan Sering Mengontrol atau Merendahkan

Apakah pasanganmu sering mencoba mengendalikan hidupmu, baik itu tentang siapa yang kamu temui, apa yang kamu lakukan, atau bahkan apa yang kamu pikirkan? Jika ya, ini adalah tanda bahwa hubungan tersebut tidak sehat. Demikian juga, jika pasangan sering merendahkanmu, menghina, atau mengejekmu, itu adalah bentuk kekerasan verbal.

Merasa Takut atau Tertekan dalam Hubungan

Jika kamu merasa takut untuk berbicara atau mengungkapkan pendapat karena takut akan reaksi pasangan, ini adalah tanda bahwa hubungan tersebut sudah tidak sehat. Ketakutan atau rasa tertekan yang berulang bisa berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisikmu.

gambar hati yang terpisah
Ilustrasi.
Gambar: AI/indodailypost.com

Sulit Berbicara atau Mengungkapkan Pendapat Tanpa Takut

Jika kamu merasa tidak bisa mengungkapkan dirimu tanpa takut pasanganmu akan marah atau merendahkanmu, ini adalah tanda kekerasan verbal atau emosional yang harus segera diatasi.


Apa yang Harus Dilakukan Bila Mengalami Kekerasan?

Mengakui dan Menyadari Masalah

Langkah pertama adalah mengakui bahwa kamu berada dalam hubungan yang tidak sehat. Mengakui masalah ini bukan berarti kamu lemah, tetapi ini adalah langkah pertama untuk melindungi dirimu.

Mencari Dukungan

Jangan merasa harus menghadapi sendirian bila mengalami kekerasan. Berbicara dengan orang terpercaya seperti keluarga, teman, atau pemuka agama dapat membantu membuka jalan untuk mencari solusi. Kamu juga bisa menghubungi organisasi perlindungan korban kekerasan untuk mendapatkan bantuan.

Baca Juga:  Open Marriage: Menjaga Hubungan di Era Media Sosial

Perlindungan Diri dan Tindakan Hukum

Jika ancaman kekerasan semakin serius, segera ambil langkah untuk melindungi dirimu. Menghubungi layanan darurat atau polisi adalah hal yang tepat jika kamu merasa dalam bahaya. Selain itu, memahami hak hukum dan prosedur perlindungan hukum juga sangat penting agar kamu bisa mendapatkan perlindungan yang diperlukan.

Kekerasan tidak hanya menyebabkan luka fisik tetapi juga bisa mengakibatkan trauma psikologis jangka panjang. Korban sering merasa takut, tidak berdaya, dan terisolasi. Dampak psikologis ini bisa mempengaruhi kualitas hidup, hubungan dengan orang lain, bahkan kemampuan untuk bekerja dan menjalani kehidupan sehari-hari.


Bagaimana Melanjutkan Hidup Setelah Mengalami Kekerasan?

siluet sepasang tangan laki laki dan perempuan yang sedang saling berpegangan
ILustrasi.
Gambar: AI/Indodailypost.com

Pemulihan Psikologis dan Langkah-Langkah Terapi

Melalui pemulihan psikologis dan terapi, korban bisa mulai membangun kembali kepercayaan diri dan kemampuan untuk hidup mandiri. Berkonsultasi dengan psikolog atau konselor yang berpengalaman sangat dianjurkan untuk membantu mengatasi trauma yang dialami.

Membangun Lingkungan yang Positif

Setelah keluar dari hubungan beracun, penting untuk mengelilingi diri dengan orang-orang yang mendukung dan membangun lingkungan yang sehat. Ini bisa membantu mempercepat proses pemulihan dan memastikan kamu tidak kembali ke hubungan yang tidak sehat.

Mengembalikan Kepercayaan Diri

Memulihkan kepercayaan diri dan membuka lembaran baru adalah proses yang panjang, tetapi sangat mungkin dilakukan dengan dukungan yang tepat. Mengambil waktu untuk merawat diri dan melangkah maju dengan keyakinan adalah kunci untuk memulai hidup yang lebih baik.


Kekerasan dalam hubungan adalah masalah serius yang tidak boleh dianggap remeh. Mengakui tanda-tanda kekerasan dan mengetahui langkah-langkah yang harus diambil untuk melindungi diri adalah hal yang sangat penting. Ingat, kamu tidak perlu merasa sendirian—dukungan selalu tersedia. Dengan langkah yang tepat, kamu bisa keluar dari hubungan berbahaya dan mulai membangun kehidupan yang lebih sehat dan penuh kebahagiaan.